KISAH PEMBINAANKU SEBAGAI ANAK IPA3
Hari ini
adalah pertama aku kembali ke sekolah. Tak terasa aku sudah kelas 11 sekarang.
Aku akan masuk ke kelas yang baru dengan banyak teman baru dan wali kelas baru.
Pertama kali aku masuk, aku merasa seperti anak baru. Aku hanya duduk di kelas
tanpa berbicara dengan siapapun. Bel berbunyi, semuanya masuk ke kelas. Wali
kelas baruku kemudian masuk, ia adalah Pak Ruslan, guru komputer. Jantungku
berdetak kencang karena banyak mendengar cerita kalau Pak Ruslan orangnya keras.
Ia mulai memanggil nama anak satu per satu. Kemudian ia memberi tahu untuk
membawa barang-barang saat pembinaan pada hari senin. Satu setengah jam
berlalu, kelas selesai dan waktunya pulang. Perasaanku biasa saja dan sedikit
agak canggung dengan teman yang baru. Akupun pulang ke rumah.
Hari
senin telah tiba, aku datang ke sekolah dengan rasa sedikit malas, tetapi
ketika sampai rasa malasku bertambah karena kelasku dipindah ke lanati 3.
Ketika aku masuk kelas, aku melihat meja baru dengan 2 papan tulis. Fasilitas lainnya
masih belum ada seperti, speaker, proyektor dan layarnya. Kelas masih sepi,
belum ada yang datang. Aku duduk dan bermain handphone. Satu per satu temanku
masuk kelas, aku memulai percakapan kecil dengan beberapa teman baru. Waktunya
masuk, Pak Ruslan membagi kami kedalam beberapa kelompok dan didalam kelompok
kami harus saling berkenalan karena aku akan mempresentasikan teman satu
kelompok. Pada saat presentasi, suasana canggung di kelas mulai hilang dan
digantikan dengan tawaan. Banyaknya nama kelompok yang aneh membuat beberapa
dari kami tertawa. Tetapi kemudian suasana tawa tergantikan dengan rasa cemas
karena Pak Ruslan mengajukan pertanyaan dan yang gagal harus menyanyi di depan
kelas.
Setelah
selesai dengan materi pertama, Pak Ruslan memberikan materi kedua. Ia menampilkan
beberapa pertanyaan yang kemudian ia
bahas sebagai refleksi. Pak Ruslan juga menceritakan kisah hidupnya. Pak
Ruslan juga dengan bersenyum pada saat memberikan materi. Aku mulai meragukan
rumor kalau Pak Ruslan orang yang keras, menurutku ia hanya menuntut
kedisiplinan, ia adalah orang yang perhatian.
Hari
kedua pembinaan. Aku membawa telur rebus yang kemudian dijadikan bahas
refleksi. Aku harus mengupas kulit telur lalu dituliskan kelemahanku. Proses
mengupas membutuhkan ketelitian yang luar biasa. Setelah mengupas dan menulis,
tugasku belum selesai, aku harus menyatukan patahan kulit yang bertuliskan
kelemahan menjadi satu dan menghancurkannya sebagai tanda aku akan
meninggalakan kelemahanku dan berubah. Kemudian ada sesi untuk sharing mengenai
kelemahan terbesarku. Aku merasa lega bisa sharing karena mendapatkan beragam
solusi dari teman-teman.
Pada
materi selanjutnya, aku disuruh menggambar cita-citaku. Aku mulai kebingungan
karena gambaran yang jelek, apalagi gambarku harus dipresentasikan oleh
temanku. Temanku harus menebak apa cita-citaku dan mempresentasikannya. Pada
sesi ini, aku mulai merasa bahwa kelas ini akan menjadi kelas yang
menyenangkan. Karena ada temanku yang salah menebak dan tebakan itu sangat
konyol. Hal ini membuat suasana kelas penuh dengan tawa dan aku semakin akrab
dengan teman baruku. Setelah materi ini, waktunya pulang. Aku bergegas pulang
untuk beristirahat.
Hari
ini adalah pembinaan terakhirku. Aku bersemangat karena pembinaan ini dilakukan
di luar kota, tepatnya di Pacet. Aku juga sudah akrab dengan teman-teman jadi
rasa canggungku sudah hilang. Perjalanan membutuhkan waktu 2 jam. Setiba di
sana, aku berkumpul per kelas dan memulai kegiatan. Kegiatan pertama adalah aku
harus mengisi tts mengenai pelajaran dan menandai
pelajaran yang menurutku susah. Setelah itu aku menukarkan ke temanku dan
temanku bertugas untuk memberikan solusi terhadap kelemahanku di pelajran. Aku
juga disuruh untuk mencari 5 benda di alam dan mendeskripsikannya. Lalu kami
semua bercerita mengenai solusi yang diberikan teman kami.
Kegiataan
selanjutnya adalah permainan yang seru. Permainan ini adalah jarum estafet. Pak
Ruslan membagi murid-murid ke dalam beberapa kelompok dan menjelaskan
peraturan. Pada permainan ini, kerjasama tim, kepercayaan diri, ketelitian
benar-benar dilatih. Bahkan karena sengit sekali, ada 2 tim yang harus
bertanding lagi karena mendapatkan skor yang sama. Setelah semua kegiatan
selesai, aku makan siang dan kembali ke Surabaya. Aku mulai merasa nyaman di
kelas baruku, dengan teman baru, wali kelas baru, guru yang baru. Rasa canggung
dan rasa malas dalam diriku hilang berkat pembinaan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar