Minggu, 31 Juli 2016

KISAH PEMBINAANKU SEBAGAI ANAK IPA3

       Hari ini adalah pertama aku kembali ke sekolah. Tak terasa aku sudah kelas 11 sekarang. Aku akan masuk ke kelas yang baru dengan banyak teman baru dan wali kelas baru. Pertama kali aku masuk, aku merasa seperti anak baru. Aku hanya duduk di kelas tanpa berbicara dengan siapapun. Bel berbunyi, semuanya masuk ke kelas. Wali kelas baruku kemudian masuk, ia adalah Pak Ruslan, guru komputer. Jantungku berdetak kencang karena banyak mendengar cerita kalau Pak Ruslan orangnya keras. Ia mulai memanggil nama anak satu per satu. Kemudian ia memberi tahu untuk membawa barang-barang saat pembinaan pada hari senin. Satu setengah jam berlalu, kelas selesai dan waktunya pulang. Perasaanku biasa saja dan sedikit agak canggung dengan teman yang baru. Akupun pulang ke rumah.

            Hari senin telah tiba, aku datang ke sekolah dengan rasa sedikit malas, tetapi ketika sampai rasa malasku bertambah karena kelasku dipindah ke lanati 3. Ketika aku masuk kelas, aku melihat meja baru dengan 2 papan tulis. Fasilitas lainnya masih belum ada seperti, speaker, proyektor dan layarnya. Kelas masih sepi, belum ada yang datang. Aku duduk dan bermain handphone. Satu per satu temanku masuk kelas, aku memulai percakapan kecil dengan beberapa teman baru. Waktunya masuk, Pak Ruslan membagi kami kedalam beberapa kelompok dan didalam kelompok kami harus saling berkenalan karena aku akan mempresentasikan teman satu kelompok. Pada saat presentasi, suasana canggung di kelas mulai hilang dan digantikan dengan tawaan. Banyaknya nama kelompok yang aneh membuat beberapa dari kami tertawa. Tetapi kemudian suasana tawa tergantikan dengan rasa cemas karena Pak Ruslan mengajukan pertanyaan dan yang gagal harus menyanyi di depan kelas.

            Setelah selesai dengan materi pertama, Pak Ruslan memberikan materi kedua. Ia menampilkan beberapa pertanyaan yang kemudian ia  bahas sebagai refleksi. Pak Ruslan juga menceritakan kisah hidupnya. Pak Ruslan juga dengan bersenyum pada saat memberikan materi. Aku mulai meragukan rumor kalau Pak Ruslan orang yang keras, menurutku ia hanya menuntut kedisiplinan, ia adalah orang yang perhatian.

            Hari kedua pembinaan. Aku membawa telur rebus yang kemudian dijadikan bahas refleksi. Aku harus mengupas kulit telur lalu dituliskan kelemahanku. Proses mengupas membutuhkan ketelitian yang luar biasa. Setelah mengupas dan menulis, tugasku belum selesai, aku harus menyatukan patahan kulit yang bertuliskan kelemahan menjadi satu dan menghancurkannya sebagai tanda aku akan meninggalakan kelemahanku dan berubah. Kemudian ada sesi untuk sharing mengenai kelemahan terbesarku. Aku merasa lega bisa sharing karena mendapatkan beragam solusi dari teman-teman.

            Pada materi selanjutnya, aku disuruh menggambar cita-citaku. Aku mulai kebingungan karena gambaran yang jelek, apalagi gambarku harus dipresentasikan oleh temanku. Temanku harus menebak apa cita-citaku dan mempresentasikannya. Pada sesi ini, aku mulai merasa bahwa kelas ini akan menjadi kelas yang menyenangkan. Karena ada temanku yang salah menebak dan tebakan itu sangat konyol. Hal ini membuat suasana kelas penuh dengan tawa dan aku semakin akrab dengan teman baruku. Setelah materi ini, waktunya pulang. Aku bergegas pulang untuk beristirahat.

            Hari ini adalah pembinaan terakhirku. Aku bersemangat karena pembinaan ini dilakukan di luar kota, tepatnya di Pacet. Aku juga sudah akrab dengan teman-teman jadi rasa canggungku sudah hilang. Perjalanan membutuhkan waktu 2 jam. Setiba di sana, aku berkumpul per kelas dan memulai kegiatan. Kegiatan pertama adalah aku harus mengisi tts mengenai pelajaran dan menandai pelajaran yang menurutku susah. Setelah itu aku menukarkan ke temanku dan temanku bertugas untuk memberikan solusi terhadap kelemahanku di pelajran. Aku juga disuruh untuk mencari 5 benda di alam dan mendeskripsikannya. Lalu kami semua bercerita mengenai solusi yang diberikan teman kami.

            Kegiataan selanjutnya adalah permainan yang seru. Permainan ini adalah jarum estafet. Pak Ruslan membagi murid-murid ke dalam beberapa kelompok dan menjelaskan peraturan. Pada permainan ini, kerjasama tim, kepercayaan diri, ketelitian benar-benar dilatih. Bahkan karena sengit sekali, ada 2 tim yang harus bertanding lagi karena mendapatkan skor yang sama. Setelah semua kegiatan selesai, aku makan siang dan kembali ke Surabaya. Aku mulai merasa nyaman di kelas baruku, dengan teman baru, wali kelas baru, guru yang baru. Rasa canggung dan rasa malas dalam diriku hilang berkat pembinaan ini.

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar