Kamis, 04 Agustus 2016

KISAH MOTIVASI KAMI

INILAH PENGALAMAN KAMI..

Pengalaman pertama dari Aditya.



 Musuhku si Rasa Malas

             Hai, namaku Samuel McCallister. Aku sangat beruntung karena aku terlahir dalam keluarga yang sangat kaya. Ayahku adalah seorang pengusaha kebun kelapa sawit dan Ibuku adalah seorang designer terkenal. Aku menjalani hidupku dengan sangat santai karena semua kebutuhanku sudah terpenuhi. Sehari-hari aku menghabiskan waktu bermain game, pergi ke mall, nonton film dan lain-lain. Tetapi semua kehidupan ini membuatku menjadi malas. Di sekolah aku tidak menjadi yang terpintar, tapi juga bukan yang terburuk. Aku berada di tengah-tengah. Aku menganggap hal ini baik-baik saja, selama aku tuntas dan naik kelas itu sudah menjadi pencapaian terbiaikku.

            Ada seorang anak dikelasku, ia orangnya bisa dibilang bodoh, pendiam dan sangat kuper. Ia menghabiskan waktunya dikelas hanya duduk dan tidur seharian. Tidak seperti aku yang selalu ramai dan nakal dikelas. Setiap pagi aku selalu mengerjakan PR-ku di sekolah karena aku sangat malas. Temanku ini tidak mengerjakan PR-nya juga  tetapi ia tidak berusaha untuk mengerjakan tugasnya. Aku selalu berpikir bahwa ia tidak ingin sekolah atau bergaul. Setelah beberapa bulan sekelas, aku mendapatkan tugas kelompok dan aku satu kelompok dengan dia dan 2 orang temanku lagi. Tugas kelompok ini kebanyakan dikerjakan oleh 2 teman yang rajin sedangkan aku hanya membantu sedikit, tetapi temanku yang satunya sama sekali tidak mau kerja. Aku berkata kepadanya bahwa jika ia tetap bersifat malas ia tidak akan sukses. Ia tidak menghiraukan nasehatku. Mungkin ia berpikir bahwa aku juga sama malasnya dengan dia, jadi mengapa ia harus menuruti nasehatku.

            9 tahun berlalu, aku belum mendapatkan pekerjaan bahkan pacar. Orang tua membelikanku rumah sendiri dengan sagala fasilitas yang lengkap. Tetapi aku hanya duduk seharian bermain game online dan jika bosan aku pergi dengan teman-temanku. Aku terkadang berpikir sampai kapan aku terus menghambur-hamburkan kekayaan orang tuaku. Tetapi karena pengaruh yang kuat dari rasa malas, aku tidak terlalu menghiraukan isi hatiku.

            Pada suatu siang, aku membuka Instagram, aku terkaget karena aku melihat sebuah postingan baru. POstingan itu berisi foto teman lamaku yang dulu sangat pendiam dan malas. Di foto itu ia terlihat sangat berbeda. Ia berfoto dengan senyum yang sangat lebar dan dibelakangnya terdapat background kantor NASA. Ternyata ia sekrang bekerja di NASA. Aku berkata dalam hati, bagaimana ia melakukannya, ia dulu juga malas seperti aku, bahkan lebih parah. Aku ingin bertanya kepadanya, tetapi aku merasa ia tidak akan mau berbicara denganku setelah apa yag aku katakana padanya pada saat SMA, apalagi ia sekarang sudah sukses. 4 hari setelah postingan itu, aku mendapatkan kabar buruk, Ayahku terkena penyakit kanker kelenjar getah bening. Biaya pengobatannya pun sangat mahal. Banyak aset yang dijual untuk menyembuhkan Ayahku. Aku akhirnya tersadar.

            Aku bertanya kepada temanku yang sekarang bekerja di NASA, ia merespon dengan cepat, ia berkata bahwa ia hanya merubah satu sikapnya, yaitu rasa malasnya ia hilangkan. Ia berkata ia berubah saat kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan. Ia berpikir bahwa ia tidak bisa membanggakan orang tua, jadi ia berusaha untuk sukses. Mendengar ceritanya aku sangat tersentuh, aku tetap ingin membanggakan orang tuaku selama mereka masih hidup.

            Sejak hari ini, aku mengubah sikapku, aku menjual mobilku dan beberapa barang-barangku untuk membuka usaha kecilku, sebuah toko baju. Awalnya memang susah tetapi jika kita tetap berusaha sekuat tenaga, pada akhirnya kita akan sukses. 

Pengalaman kedua dari Anita.

       Kelemahan yang dimiliki seseorang pada dasarnya hampir sama, yaitu kemalasan. Hampir, bahkan semua orang didunia itu pasti memiliki kelemahan yang satu ini. Begitupun juga dengan saya. Saya juga memiliki kelemahan berupa kemalasan.


      Banyak cara yang saya coba untuk mengatasi hal itu, terutama kemalasan dalam belajar. Namun, berkali-kali hal yang saya lakukan tidak membuahkan hasil. Bahkan selalu gagal. Hingga saya belajar dari suatu kisah.

 HARAPAN

       Suatu saat ada seorang remaja bernama Alice. Alice adalah anak yang sangat baik pada dasarnya, namun sejak orang tuanya bercerai, dia menjadi seorang anak yang sangat nakal, selalu pulang pada pagi hari, clubbing, dan menghambur-hamburkan uang. Dia mengalami DO disekolahnya sebanyak 2 kali.

        Hingga pada suatu hari, orangtua Alice memasukan Alice ke sebuah sekolah. Sama seperti yang dia lakukan disekolah sebelumnya, Alice tidak pernah mematuhi semua peraturan. Hingga suatu saat Ia dihukum mengecat tembok sekolah oleh tatib, namun ia melarikan diri.

       Saat melarikan diri dari hukuman, Alice melewati ruang musik dan berhenti disana. Alice berhenti, karena mendengarkan sebuah alunan musik yang sangat indah, dulu Alice juga merupakan seorang pianis. Alice memasuki ruangan itu, disana Ia menemukan sang pemiliki alunan tersebut. Seorang anak laki-laki berwajah tampan. Dia mengenakan hoodie berwarna navy. Laki-laki itu melihat Alice dan tersenyum dan mengajak Alice untuk bergabung. Laki-laki itu bernama Ken.

      Setelah hari itu, mereka menjadi teman dekat dan semakin dekat saat Pak Thomas memerintahkan Ken untuk mengajari Alice disemua bidang palajaran. Namun, setiap Ken memberikan pengajaran, Alice selalu tidak pernah memperhatikan, namun Ken tak patah semangat dan terus mengajari Alice.

      Hingga suatu saat, Ken tak pernah terlihat disekolah. Sudah Seminggu Ken tidak pernah menunjukan diri disekolah. Alice mencoba menghubungi, namun tetap tak bisa. Hingga Alice menerima kabar, bahwa Ken masuk ke rumah sakit.

     Alice mengunjungi Ken dan darisitu Ia mendapat sebuah kenyataan bahwa Ken mengidap sebuah penyakit, dan hidupnya tak akan lama. Alice ingin membahagiakan sahabatnya untuk yang terakhir kali, Alice belajar dengan giat agar dapat memperoleh nilai yang memuaskan pada ujian akhir.

     Alice mencoba menyingkirkan semua rasa malasnya. Sulit memang ia lakukan, namun Ia terus berusaha untuk sahabatnya itu. Hingga pada saat pengumuman Alice mendapat nilai tertinggi disekolahnya. Alice ingin memberikan kabar bahagia itu pada Ken, namun Tuhan berkata lain. Saat Alice sampai dirumah sakit dan memasuki kamar Ken, pada saat itu juga, Ken menghembuskan napas terakhir. Tangis tak dapat Ia bendung. Alice menangis sejadinya.

      Setelah kejadian itu, Ia sadar bahwa sebenarnya hanya dibutuhkan sebuah tekad untuk mencapai sesuatu.

       Dari kisah ini saya belajar. Bahwa untuk menghilangkan sebuah kemalasan, hanya dibutuhkan tekad, keteguhan hati, dan tujuan. Sebuah tujuan yang ingin dicapai untuk kebahagiaan. Kebahagiaan diri sendiri atau kebahagiaan orang lain. Sebuah kebanggaan yang dapat diceritakan pada masa kelak. Dari situ saya belajar bahwa kemalasan dapat dihilangkan dengan tekad, tujuan, dan tindakan nyata.

Pengalaman ketiga dari Richard.

      Kita sebagai manusia pasti memiliki yang bernama kelemahan dan salah satu kelemahan kita yang paling buruk adalah malas. Malas itu dirasakan baik dari anak kecil maupun sampai orang dewasa tanpa terkecuali. 

         Hal ini sangat berpengaruh pada kehidupan kita. Banyak dari kita mencoba untuk tidak menjadi malas tetapi juari stru sebaliknya dan kita mungkin bertambah malas dalam melakukan hal-hal yang mungkin kita anggap sepele. Untuk mengatasi malas ini kita harus  membuat goal anatu tujuan yang ingin kita capai dan kita harus terus berusaha untuk mencapainya walaupun kita jatuh bangun dan menemui banyak halangan yang ingin menggagalkan tujuan yang kita capai. Banyak orang yang tidak ngin orang yang dibencinya sukses dan mereka dapat memakai cara apapun untuk menggagalkan tujuan orang yang mereka benci.

Pengalaman keempat dari Tasha.

         Banyak anak yang ngalami kemalasan. Kemalasan adalah sesuatu yang wajar bagi anak-anak sekolah dari jaman dahulu hingga sekarang ini. Tapi sesunggugnya penyebab seseorang dari malas belajar adalah karena tidak adanya sebuah tujuan.

         Seperti hal yang aka alami. Pada awalnya aku tidak memiliki sebuah tujuan yang jelas. Namun setelah aku membaca suatu kisah aku belajar banyak hal dari cerita ini. cerita ini berjudul. 

GOAL

         Seorang anak kecil bernama Relly hidup dangan ayahnya yang miskin. Hidup mereka sangat susah sekali, setiap hari ayahnya harus berkerja sebagai seorang buruh untuk menghidupi anaknya. Ia berkerja mulai pukul 5 pagi hingga 12 malam setaip harinya. Penghasilannya tergolong kurang untuk menghidupi keluarganya.

         Pada suatu hari ayah Relly sakit parah. Ia menderita kanker, untuk mengobatinya diperlukan biaya yang sangat banyak, namun belum tentu kanker itu dapat disembuhkan. Maka dari situ Relly mencoba membantu ayahnya dengan berkerja, namun ayahnya tidak memperbolehkan. PAda akhirnya ayah Relly pun meninggal dunia karena tak dapat berobat.

          Sejak sepeninggal ayahnya, Relly memutuskan untuk tidak sekolah, karena menurutnya hidupnya sudah tak berarti tanpa ayahnya.

          Disuatu hari, Relly mengelilingi sebuah taman. Disana Ia melihat seorang pengusaha. Pengusaha ini sedang berbincang dengan keluarganya, dengan senyum di wajahnya. Relly pun mulai merasa iri dan sedih, namun tak disangka pengusaha itu manghampirinya dan bertanya kepadanya, mengapa Ia disana sendirian. Dan tanpa disangka sipengusaha itu menawarkannya sekolah dan membuatnya menjadi orang yang sukses.

          Sejak saat itu, Relly mulai optimis dan mau sekolah seperti dulu lagi. Ia belajar dengan sangat giat dan membuat goal. Ia ingin menjadi orang yang sukses. Ia ingin memenuhi kebutuhannya kelak dengan layak, karena ia tidak ingin kehilangan orang yang ia sayangi untuk kedua kalinya, dengan kesalahan yang sama.

         Bertahun-tahun berlalu. Dari usahanya giat belajar untuk menjadi orang sukses membuahkan hasil. Relly pun menjadi seorang pengusaha sukses dan memiliki keluarga yang bahagia.

         Dari sini kami mengambil kesimpulan tentang sebuah GOAL. Jika seorang pelajar memiliki sebuah GOAl, makan besar kemungkinananya orang itu akan giat belajar. Ia akan merasakan bahwa belajar bukanlah hal yang membosankan, karena memiliki tujuan yang jelas. Selain itu, dari sini kami juga belajar bahwa kami harus memiliki strategi unutk mencapai GOAL itu. Terlebih juga semangat. seorang harus memiliki semangat agar semua itu dapat terwujud.

        Sekian, itulah sebuah kisa masing-masing dari kami. Setiap orang memiliki kelemahan. Kelemahan manusia selalu berbeda dan beraneka ragam. Namun, tak sedikit pula yang memiliki kelemahan yang sama. seperti halnya kami berempat. Dari kelemahan yang sama ini kami saling belajar satu sama lain. Kami memsharingkan kisah kami kepada teman-teman.  

        Sebenarnya, mensharingkan sesuatu kepada seseorang yang tidak begitu dekat adalah sesuatu yang sulit. Namun, dengan adanya kegiatan pembinaan disekolah semua itu menjadi mungkin. Karena kami semua telah menjadi satu keluarga yang baru.


 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar